Serat Daun Nanas merupakan salah satu serat alam yang tergolong dari jenis serat selulosa atau tumbuh-tumbuhan. Serat daun nanas (pineapple–leaf fibres) adalah salah satu jenis serat yang berasal dari tumbuhan (vegetable fibre) yang diperoleh dari daun-daun tanaman nanas yang diekstraksi, kemudian dibersihkan dan dijemur hingga kering. Adapun proses ekstrasi atau pembuatan serat daun nanas ini dapat dilakukan dengan dua metode yaitu secara manual dan menggunakan Mesin Dekortikator. Pembuatan secara manual diawali dengan proses perendaman untuk memisahkan zat perekat pada daun nanas, untuk kemudian dapat dikerok menggunakan pisau atau alat khusus. Pembuatan serat nanas menggunakan Mesin Dekortikator dilakukan pada kondisi daun dalam keadaan segar dan basah. Sehingga dapat memudahkan pemisahan zat-zat yang ada disekitar serat dan menghindari kerusakan pada serat. Daun-daun nanas yang telah mengalami proses dekortikasi, kemudian dicuci dan dikeringkan melalui sinar matahari, atau dapat dilakukan dengan cara-cara yang lain. Serat Daun Nanas memiliki sifat yang lembut, halus, kuat dan berkualitas baik untuk dijadikan kain dari serat alam baik kain tenun maupun kain non woven.
B. Spesifikasinya :
1.
Jenis Produk : Serat Daun Nanas
2.
Satuan : 1 Kg (Serat Kering)
3.
Harga Produk :
§ Rp 200.000/Kg (dua ratus ribu rupiah) perkilogram serat kering
§
( Diluar ongkos
kirim )
4.
Komposisi Produk : Serat Daun Nanas (100 %), Serat ini
berbentuk
seperti rambut yang terdiri dari
helaian-helaian
serat
memanjang (Filamen) dengan
panjang
sekitar 70 cm - 100 cmm (sesuai panjang daun nanas).
5.
Lifetime Produk : Lebih
dari 1 Tahun
( Tempat Penyimpanan
yang tidak lembab dan kondisi tempat bersih)
6. Penggunaan Produk :
Serat Daun
Nanas tersebut biasa digunakan sebagai bahan baku pembuatan berbagai produk baik
berupa produk tekstil seperti benang, kain atau pun pakaian (diolah terlebih
dahulu melalui proses pemintalan dan penenunan), kerajinan maupun fashion.
Serat Daun Nanas juga bisa dijadikan berbagai jenis kerajinan seperti tas,
gorden, rambut palsu, cashing hp, fiber interior mobil, tambang, bahan baku
pembuatan furniture seperti meja, papan, asbes dan lain sebagainya.
7.
Komposisi Kimia :
Komposisi Kimia
|
Serat Nanas (%)
|
Alpha Selulosa
|
69,5 – 71,5
|
Pentosan
|
17,0 – 17,8
|
Lignin
|
4,4 – 4,7
|
Pektin
|
1,0 – 1,2
|
Lemak dan Wax
|
3,0 – 3,3
|
Abu
|
0,71 – 0,87
|
Zat-zat lain (protein, asam organik, dll.)
|
4,5 – 5,3
|
8. Karakteristik Serat Daun Nanas :
Sama
halnya dengan serat-serat alam lainnya yang berasal dari daun (leaf fibres),
secara morphology jumlah serat dalam daun nanas terdiri dari beberapa ikatan
serat (bundle of fibres) dan masing-masing ikatan terdiri dari beberapa
serat (multi-celluler fibre).Berdasarkan pengamatan dengan microscope,
cell-cell dalam serat daun nanas mempunyai ukuran diameter rata-rata berkisar
10 μm dan panjang rata-rata 4.5 mm dengan ratio perbandingan antara panjang dan
diameter adalah 450. Rata-rata ketebalan dinding cell dari serat daun nanas
adalah 8.3 μm.
Ketebelan dinding cell ini terletak antara
serat sisal (12.8 μm) dan serat batang pisang (1.2 μm), dan secara umum sifat
atau karakteristik serat daun nanas dapat ditunjukkan pada Tabel [Doraiswarmy et al., 1993].
Tabel.
Karakteristik Serat Daun Nanas
Ultimate
Cell
|
Length L (mm)
Width W (12.8 μm)
L/W
Degree of polymerisation of
alpha cellulose
|
3 – 9
4 - 8
450
1178 -
1200
|
Filament
|
Tenacity (MN/m2)
Extension at break (%)
Torsional rigidity (MN/m2)
Flexural rigidity (MN/m2)
Length (cm)
Transverse swelling in water (%)
|
710
2 – 6
360
3 – 8
55 - 75
18 – 20
|






