Daun Nanas yang belum termanfaatkan atau biasanya dibuang, ternyata bisa diolah menjadi Serat Daun Nanas dengan cara diekstraksi, baik menggunakan mesin maupun secara manual, sehingga mempunyai nilai tambah (Value Added). Dimana siklus dari tanaman nanas ini apabila buahnya dipanen, maka daunnya harus dibuang agar tunas barunya tumbuh
dengan baik. Selama ini daun nanas belum termanfaatkan secara maksimal, hanya
sebatas menjadi pakan ternak atau pupuk alami dengan cara dipotong-potong dan
dibiarkan membusuk, tidak jarang juga yang hanya membuang bahkan membakarnya,
tentunya ini sangat disayangkan mengingat daun nanas ini sebenarnya bisa diolah
menjadi serat daun nanas sebagai bahan baku tekstil dan kerajinan serta mempunyai nilai ekonomis yang tinggi.
Sejak April 2013 hingga sekarang ALFIBER
sudah berupaya dan berusaha untuk mengolah daun nanas tersebut menjadi serat
daun nanas dan sudah dijual ke berbagai daerah di Indonesia bahkan ke luar
negeri seperti Jepang, Malaysia dan Jerman. Dengan berbekal 1 unit Mesin
Dekortikator ALFIBER mampu mengolah daun nanas sebanyak 150 kilogram setiap
hari dan mampu menghasilkan Serat Daun Nanas Kering rata-rata 3 – 3,5 kg/hari. Dimana
kondisi ini sangat terbatas mengingat potensi usaha pengolahan daun nanas di Kabupaten Subang yang
masih sangat terbuka lebar, dengan potensi lahan kebun nanas seluas 3.253 Hektar dan di Kecamatan
Cijambe tempat lokasi usaha seluas 133 Hektar dengan potensi daun nanas yang
dihasilakan dari 1 Hektar sebanyak 10 -15 Ton, dengan semakin banyaknya permintaan serat daun nanas dan produk olahannya, maka usaha ini semakin potensial untuk dikembangkan.
Kini ALFIBER mulai meningkatkan
optimalisasi pemanfaatan daun nanas melalui pengolahan serat daun nanas menjadi
kain serat daun nanas, sehingga meningkatkan nilai jual dan menciptakan peluang
usaha baru yaitu proses pemintalan benang serat dan pertenunan kain.
Adapun manfaat dari usaha pengolahan
daun nanas ini diantaranya sebagai berikut :
1. Meningkatkan Nilai Tambah (Value Added)
Usaha Pembuatan Serat
Daun Nanas ini mampu memberikan nilai tambah (Value Added) dari daun nanas. Dimana Daun Nanas ini biasanya hanya dijadikan pakan ternak atau dibuang, setelah menjadi serat daun nanas bisa memiliki nilai ekonomis yang lebih tinggi karena bisa digunakan sebagai bahan baku tekstil seperti benang, kain serta bahan baku berbagai jenis kerajinan.
5.A. 2
Menciptakan Produk Baru (New Product)
Usaha ini juga mampu
menciptakan produk baru selain menjadi Serat Daun Nanas yaitu pakan ternak dan
pupuk alami yang berasal dari ekstrak daging daun, serta bisa untuk bahan baku
pewarna alam yang berasal dari air pencucian serat. Dengan kata lain usaha
Pembuatan Serat Daun Nanas ini mampu memberikan manfaat pada bidang peternakan,
pertanian dan pertekstilan.
3. Memberikan Tambahan Penghasilan Petani Nanas
Usaha Pemanfaatan Daun Nanas ini juga mampu memberikan penghasilan tambahan kepada para
petani nanas, dimana biasanya setelah panen limbah daunnya dibuang, saat ini
bisa dijual kepada ALFIBER, sehingga kini petani bisa
mendapatkan penghasilan dari menjual buah nanas dan daun nanas. dan kini ALFIBER menjalin kerjasama dengan 6 Petani Nanas dalam pengadaan bahan baku, hal ini disebabkan masih terbatasnya kapasitas dan mesin yang dimiliki ALFIBER.
4. Menyerap Tenaga Kerja dan Menciptakan Peluang Usaha Baru
Selain itu usaha pemanfaatan limbah daun nanas juga mampu menyerap tenaga
kerja yang berasal dari masyarakat sekitar, mulai dari tenaga kerja pengadaan
bahan baku, proses produksi (ekstraksi dan finishing), pemintalan
benang sampai pertenunan kain serat daun nanas. sehingga usaha ini juga menciptakan peluang usaha baru
dalam proses pengolahan Serat Daun Nanas menjadi produk tekstil maupun
kerajinan. Besar harapan ALFIBER ini usahanya semakin besar dan berkembang, sehingga semakin banyak menyerap tenaga kerja dan memberi dampak positif terhadap lingkungan khususnya bidang ekonomi masyarakat.

















