Monday, November 19, 2018

ALAT TENUN BUKAN MESIN (ATBM) DOGAN


1. Pengertian ATBM DOGAN

ATBM DOGAN adalah Alat Tenun Bukan Mesin yang dirancang khusus dengan beberapa kelebihan untuk membuat kain dengan menggunakan tenaga manusia. ATBM DOGAN merupakan alat tenun diantara Gedogan dan ATBM, yang diciptakan dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan dari alat tenun Gedogan dan menyederhanakan bentuk serta fungsi ATBM Dobby.
Nama ATBM DOGAN merupakan singkatan dari Dobby dan Gedogan, dengan tujuan alat ini dapat mempresentasikan fungsi melalui namanya. Dimana ATBM DOGAN ini memiliki prinsip seperti gedogan yaitu menyilangkan/ menganyam benang lusi (picking motion) dengan benang pakan (shedding motion), tapi mampu membuat kain dengan beberapa jenis anyaman seperti fungsi ATBM Dobby.


2. Spesifikasi ATBM DOGAN

ATBM DOGAN terbuat dari bahan material kayu dan beberapa bahan tabahan dengan dilengkapi sisir tenun sebagai alat pengetek (merapatkan anyaman benang), 8 kamran dan 8 tuas pengangkat yang dihubungkan oleh tali, dilengkapi Boom lusi, rol penggulung kain dan pal penggulung kain atau Rachet. Adapun spesifikasi dari ATBM DOGAN ini adalah sebagai berikut :
   Panjang                    : 85 cm

Lebar                         : 75 cm
Tinggi                        : 60 cm
Berat                          : 12 Kg
Kap. Lebar Kain       : 55 cm
Kap. Panjang Kain : 10 meter
Jumlah Kamran       : 8 buah
Jumlah Mata Gun    : 100/Kamran


3. Cara Kerja ATBM DOGAN

Cara Kerja ATBM DOGAN ini secara prinsip masih sama dengan cara kerja ATBM pada umumnya yaitu  menyilangkan benang – benang  lusi dan benang – benang  pakan sehingga menjadi anyaman yang pada akhirnya akan menjadi kain, dengan beberapa prinsip gerakan seperti gerakan pembukaan mulut lusi, gerakan peluncuran pakan, gerakan pengetekan, gerakan penguluran lusi, dan gerakan penggulungan kain.
          Adapun cara kerja dari ATBM DOGAN ini yaitu sebagai berikut :
1.  Benang Lusi dari Boom Lusi dimasukan ke mata gun yang terdapat di masing – masing Kamran, dengan ketentuan 1 mata gun untuk 1 benang lusi. kemudian diteruskan ke sisir tenun secara berurutan dan diikat pada Rol penggulung kain.
2.  Tentukan jenis anyaman kain yang akan di buat untuk menentukan Kamran  mana saja yang harus diangkat pada setiap ketekannya.
3.  Kamran diangkat dengan cara menurunkan Tuas Pengangkat Kamran yang telah dihubungkan oleh tali di kedua sisi Kamran, sehingga 1 tuas pengangkat untuk mengangkat 1 Kamran.
4.  Setelah beberapa Kamran naik dan yang lainnya tetap, maka akan terjadi pembukaan mulut lusi, sehingga benang pakan  bisa dimasukan diantara mulut lusi tersebut dengan menggunakan teropong(alat pengantar benang pakan) yang selanjutnya dirapatkan (diketek) menggunakan Sisir Tenun.
5.  Selanjutnya naikan Tuas Pengangkat Kamran yang sebelumnya telah diturunkan agar Kamran dan benang lusi turun kembali, kemudian turunkan Tuas Pengangkat Kamran yang sebelumnya tetap, agar terjadi pembukaan mulut lusi dengan arah yang berlawanan dari sebelumnya. Masukan kembali benang pakan kemudian ketek lagi, lakukan/ ulangi terus menerus sehingga terjadilan penyilangan/ penganyaman benang menjadi kain.
6.  Jenis anyaman yang terbentuk ditentukan oleh naik turunnya Kamran, oleh sebab itu sebelum melakukan pertenunan harus direncanakan terlebih dahulu jenis anyaman yang akan dibuat.
7. Ketika jarak anyaman dengan sisir tenun sudah dekat, maka ulur boom lusi dan gulung roll kain dan kunci kembali rachet.

4. Cara Memasang dan Melipat (Penyetelan) ATBM DoGan



5. Kelebihan ATBM DOGAN

A. Portable
            ATBM DOGAN didesain dan dirancang dengan bentuk yang lebih kecil dan ringan dibanding dengan ATBM pada umumnya, sehingga lebih mudah untuk dipindahkan atau dibawa kemanapun sesuai dengan kondisi/ tempat tenaga kerja penenun berada. Selain itu, ATBM DOGAN juga rangkanya dimodifikasi untuk bisa dilipat, sehingga lebih mempermudah untuk dibawa dan menghemat raung produksi pertenunan ketika alat selesai digunakan dan disimpan.

B. Motif Anyaman Bisa Bervariasi

ATBM DOGAN dimodifikasi sedemikian rupa agar mampu membuat kain dengan beberapa jenis anyaman seperti anyaman dasar (polos), dan beberapa anyaman turunannya seperti keper, satin, rib dan panama. Sedangkan gedogan dan ATBM biasa hanya bisa diatur untuk 1 jenis anyaman, ketika menginginkan jenis anyaman yang bervariasi harus menggunakan ATBM Dobby atau ATBM Jacquard yang dilengkapi dengan paku dan kartu pengatur anyaman.
ATBM DOGAN dilengkapi 8 Kamran yang bisa diangkat melalui Tuas Pengangkat Kamran yang dihubungkan oleh tali pada kedua sisinya. Sehingga memiliki fungsi seperti ATBM Dobby, dimana fungsi paku dobby untuk membuat jenis anyaman pada kain digantikan melalui pengaturan naik turunnya Kamran.



C. Cocok Untuk Menenun Serat - Serat Alam

ATBM pada umumnya memasukan benang pakan ke mulut benang lusi melalui peluncuran teropong yang digerakan oleh gerakan pengetekan, dimana gulungan benang pakan ini dimasukan ke dalam teropong. Pergerakan teropong ini sangat cepat sehingga menimbulkan resiko putusnya benang sangat tinggi, khususnya benang yang terbuat dari serta alam (Serat Daun Nanas) yang kekuatannya lebih rendah dibanding benang sintetis (buatan).
            Proses peluncuran/ memasukan benang pakan ke mulut benang lusi pada ATBM DOGAN ini kecepatannya bisa disesuaikan dengan kekuatan benang, sehingga resiko putusnya benang bisa diminimalisir. Maka dengan kata lain ATBM DOGAN ini selain dapat digunakan untuk menenun benang sintetis/ buatan, juga sangat cocok digunakan untuk menenun benang – benang yang terbuat dari serat alam, seperti benang Serat Daun Nanas, Sisal, Abaka, Sansiviera dan benang serat alam lainnya.



D. Harga Lebih Terjangkau 

Bentuk ATBM DOGAN yang lebih kecil dari pada ATBM biasa pada umumnya dan menggunakan material bahan kayu yang sama, maka harganya lebih terjangkau dari pada ATBM biasa. Untuk Pemesanan bisa melalui kontak kami di laman Kontak. Terima Kasih


Tampak Dari Depan


Tampak Dari Samping


Testimoni Penggunaan


Hasil Kain Serat Daun Nanas





Friday, June 1, 2018

MESIN DEKORTIKATOR PENGEKSTRAKSI SERAT


1. Mesin Dekortikator G3
Mesin Dekortikator G3 merupakan hasil inovasi dan modifikasi dari Mesin Dekortikator sebelumnya, dengan tujuan untuk meningkatkan kapasitas produksi dan optimalisasi pemanfaatan limbah.  Dimana mesin ini dirancang agar mampu mengekstraksi daun nanas lebih cepat, sehingga serat daun yang dihasilkannya lebih banyak. Selain itu Mesin Dekortikator G3 juga diciptakan untuk memperoleh banyak produk dari proses ektraksi ini seperti, serat daun nanas, pakan ternak, pupuk alami dan pewarna tekstil alami
.



Spesifikasi Mesin Dekortikator G3:
1.  Tinggi Mesin               : 125 cm
2.  Lebar Mesin                : 55 cm
3.  Panjang Mesin           : 180 cm
4.  Kekuatan Diesel        : 6,5 HP
5. Bahan Bakar              : Solar
6.  Panjang Pisau           : 26 cm
7.  Jumlah Pisau             : 12 buah
8.  Diameter Ɵ Pisau      : 41 cm
9.  Kapasitas Produksi   : 3 - 5 kg/hari           

Diciptakannya Mesin Dekortikator G3 ini diharapkan mampu memberikan nilai ekonomis lebih tinggi dari limbah tanaman nanas (Daun Nanas), serta dapat meningkatkan pendapatan petani nanas dan atau pelaku industri pembuat serat daun nanas.
Prinsip kerja dari Mesin Dekortikator G3 adalah sebagai berikut :
1.  Pisau – pisau pengerok berputar yang digerakan oleh tenaga diesel yang dihubungkan oleh Ven Belt melalui Pully
2.  Putaran pisau – pisau pengerok dan jarak yang tepat dengan batang baja pada mulut mesin menghasilkan tarikan/hisapan
3.  Putaran pisau – pisau pengerok (tarikan dan hisapan) ini dimanfaatkan untuk mengekstraksi daun nanas, sehingga pisau  - pisau pengerok akan mengerok permukaan daun nanas, akibatnya serat akan terpisah dengan daging daunnya.
4.  Proses ekstraksi dilakukan secara bergantian(Bulak Balik), bagian pangkal daun terlebih dahulu, setelah bersih kemudian bagian ujung daun hingga terpisah semua daging daun dengan seratnya.

2 .     Keunggulan Mesin Dekortikator G3
Beberapa Keunggulan dari Mesin Dekortikator G3 ini diantaranya yaitu :
1.  Kapasitas produksi lebih banyak, karena pisau pengerok lebih panjang, tenaga diesel yang digunakan lebih besar yaitu 6,5 HP (2200 rpm), sehingga kapasitas produksi bisa menghasilkan serat daun nanas kering sampai 3 Kg/ hari.
2.  Mesin Dekortikator G3 didesain dengan rangka yang tertutup sehingga limbah daun nanas (daging daun) tidak bertaburan dan bisa dimanfaatkan untuk keperluan pakan ternak dan pupuk alami.
3.  Mesin Dekortikator G3 dilengkapi roda pada bagian bawah mesin, sehingga mesin mudah dipindahkan atau di bawa ke tempat sumber bahan baku /kebun.
4.  Mesin Dekortikator G3 juga bisa digunakan untuk mengekstraksi serat alam lainnya seperti pelepah pisang abaka, tanaman sisal dan tanaman lidah mertua

3.   Produk Yang Dihasilkan Mesin Dekortikator G3
3.1 Serat Daun Nanas
          Serat Daun Nanas merupakan produk utama yang dihasilkan dari Mesin Dekortikator G3. Dengan harga jual dalam kondisi kering yaitu Rp 200.000/kg dan 250.000/kg setelah disisir.
 


Keunggulan Serat Daun Nanas  :
Ø Dapat diproduksi berkelanjutan karena bahan baku mudah didapat.
Ø Memberikan nilai tambah (Value edit) karena bahan baku merupakan limbah.
Ø Baik digunakan untuk bahan baku tekstil dan mudah menyerap pewarna tekstil
Ø Teksturnya lebih halus dan lebih kuat dibandingkan dengan serat alam lainnya
Ø Dapat diolah menjadi produk – produk unik dan inovatif, seperti : Benang, Kain, Fiber Otomotif, Jala Ikan, Tambang,  Aneka Kerajinan, dan aneka Fashion seperti Gordeng, Slendang, Baju dll


3.2    Pakan Ternak dan Pupuk Alami
            Pada saat proses ekstraksi menggunakan Mesin Dekortikator G3, Serat akan terpisah dengan daging daun, dimana daging daun yang telah terpisah dari helaian serat tersebut merupakan limbah dari proses ekstraksi serat dan secara otomatis akan terkumpul di bawah mesin, dan daging daun tersebut merupakan produk kedua yang dihasilkan Mesin Dekortikator G3.
Manfaat Dari Daging Daun ini diantaranya yaitu :
-          Peternakan : Pakan Ternak
-          Pertanian : Pupuk Alami


 
3.3    Air Limbah Pencucian Serat
            Proses pencucian serat dilakukan menggunakan air di dalam wadah, sehingga menghasilkan air limbah yang berwarna hijau pekat, Air limbah Pencucian serat tersebut saat ini sedang dilakukan uji coba untuk dijadikan pewarna tekstil alami (Pertekstilan).